Teknik Dasar : Color Theory

Diperbarui: 27 Okt 2021


Salah satu yang sangat penting dipelajari saat melukis adalah teori warna. Tentu saja yang dibahas disini hanyalah sebagian kecil saja, agar kamu lebih percaya diri saat memilih dan mencampur warna.




Mari kita mulai dengan color wheel. Color wheel adalah lingkaran berisi 12 warna yang disusun berdasar hubungannya satu sama lain. Warna tersebut terbagi dalam 3 bagian :


Warna primer terdiri dari merah (red), kuning (yellow) dan biru (blue). Disebut primer karena tidak ada warna yang bisa dicampur untuk membentuk warna-warna tersebut.


Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan rasio yang sama. Yang termasuk warna sekunder yaitu hijau (green), oranye (orange) dan ungu (purple).


Warna tersier didapat dari pencampuran warna primer dan sekunder dengan rasio yang sama. Warna tersier ada enam, yaitu hijau kekuningan (yellow-green), oranye kekuningan (yellow-orange), oranye kemerahan (red-orange), ungu kemerahan (red-purple), ungu kebiruan (blue-purple), dan hijau kebiruan (blue-green).


Warna-warna dalam color wheel juga bisa dibagi kedalam dua kelompok, yaitu warna hangat (warm colors) dan warna dingin (cool colors). Warm colors memberikan kesan hangat pada lukisan dan cool colors memberikan kesan segar pada lukisan. Warna hijau kekuningan dan ungu kemerahan berada diantaranya.


Masing-masing warna ini mempunyai empat karakteristik utama :

· Hue ( kolom pertama dari masing-masing kelompok) menggambarkan 12 warna yang terdapat pada color wheel, yang tidak mengalami desaturasi atau perubahan value (derajat kegelapan)

· Tone (kolom kedua) terbentuk dengan menambahkan warna abu-abu pada masing-masing hue.

· Saturation/Desaturation atau Shade (kolom ketiga) terbentuk dengan menambahkan warna hitam pada masing-masing hue.

· Value (kolom keempat) menggambarkan derajat kegelapan warna, yang didapatkan dengan menambahkan air pada masing-masing hue.